Album Puisi Cinta Arsyad Indradi
( Valentine’s Day )
Romansa Setangkai Bunga
Penerbit :
Kelompok Studi Sastra Banjarbaru Kalsel

- Romansa Setangkai Bunga
- Sempurnakan jerit setangkai bunga
- Agar mimpi jangan gelisah
- Waktu pagi dibasuh tangisan kecil
- Tapi aku tak ingin siapa pun
- Mengusik ujung kelopaknya
- Sebab setiap tetes embun
- Adalah suara rintihan riwayat
- Kerinduan
- Tak perlu jambangan
- Sebab akulah jambangan setiap rintihan
- Tuhan kutaruh keyakinan
- Jangan kau sembunyi di balik anganangan
- Banjarbaru, 2001
- Romansa Seekor Hong
- Di bawah bulan kau asyik merajut perca sutra
- Kupetikan melati di antara meihwa
- Angin Gobi berembus di daratan Indonesia
- Tapi kau telah melahirkan seekor Hong
- Di bulan Desember kau berikan segalanya
- dalam tiupan sembilanbelas lilin merah padaku
- dan setiap pagi
- kita takjub mendengar kicaunya
- Sejak ia tersesat di hutan Yang Liu
- dan tak pernah kembali lagi Sui Lan
- Sejak itu pula tak pernah lagi
- kudengar nyanyian Chun Chiu
- Dalam malam yang kelam
- ranjang tak pernah lagi memberi arti
- Di mata terpejam aku bangkit
- dari serbuk bintangbintang
- Kutatap pucuk hutan pinus
- dan tenggelam di sungai Yang Tze
- Banjarbaru, 2001
- As One of the Song, Mamimeca
- Tatapan apa matahari bakal tenggelam
- Riwayat berabadabad jauh di dasar laut
- Dari koloni larva bintang
- Aku tahu betapa letih wajahmu
- Dalam gugusan mahakelam
- May soul stay in the wind, mami
- Sepanjang semenanjung berhembus
- Lebur dalam tubuhmu
- Don’t give me your wave
- Aku berlari di tengah pasir
- dan mengunyah semaksemak ganggang
- Di tengah rapat matamu : Please come in
- Lalu kupintal rambut kita perak
- Lalu kubaringkan tubuh kita di pasir
- Beralas serbukserbuk ganggang
- Kutulis bibirmu dari langit berawan
- Entah apa aku kenal musim hampir tujuh puluh
- musim purba ketika berlabuh
- Ketika kau berkata : No, I prefer to the sea
- Entah apa
- Aku jadi segumpal ruh di buihbuih
- Sure, I am is the nearest harbour
- Kau berkata lagi : You are is My
- Kupetik bunga laut
- Kupetikan yang tumbuh di rahimmu
- Agar gemawan perlahan turun
- Agar abadi segala rindudendam
- I see : We are far away from here
- Di matamu ada cincin di jari
- Membalikbalik lembar usia
- Menyisir lidah pantai
- Menyisir karangkarang laut
- Adalah ujung penghabisan senjakala
- Kita terbakar dan hangus
- dalam bayangbayang
- Banjarbaru, 2004

- Elly : So’nata is Silent
-
- Aku musafir
- Liriklirik yang jatuh dari matamu
- Jatuh gemersik : Give to me one the world
- Di kulminasi bukit
- Kupetik kembang ilalang :
- May sure not at all raincloud
- Elly di tebingtebing :
- I have lost my wind
-
- Kupetik seribu kupukupu
- Yang tumbuh di rambutmu
- Lalu kuterbangkan
- Ada desiran panjang :
- I am on the run and to dream
-
- Sebab aku musafir
- Sebab akulah kau yang diam
- Yang mendaki mimpimimpi yang panjang
- Dalam suarasuara yang lenyap dan hilang
- Matahari menjelma ombak dan berbuih
- di batubatu
- Elly, I am is him : Wanderer fatigued
-
- Banjarbaru,2004
-
- In My Last Mirage
-
- Jangan ada lelap
- Lihat gemawan pada sawang
- Di dadaku menyimpan warna langit
- Rain Will falls, can you go far
- Jangan ada duka
- Sebab karena angin atau my solitude
-
- Sebab cahaya di sungai
- Entah apa mataku jadi mabuk
- Entah apa kau bagai sebuah nyanyi
- tanpa lirik : Say me
- Where in your raft
-
- Antara gugusan burung senja
- Teach me know him, from your love
- Mengapa kau berhenti
- melintasi jendela yang terbuka
- Look at me, I’ll meet you in the pier
- Manakala langit tidak jingga lagi
- Maka apakah nyanyi diam terhenti
- But he always to stick art me
-
- Banjarbaru, 2004
-
- Gita Perjalanan
-
- Kalau bulan begini ke mana arah melangkah
- Lalu apa makna gemintang dilarut malam
- Cinta yang masih ada tidaklah akan tersisa
- Meski pembunuhan bathin menghantar dusta
- Jika terdengar ada bisik di ujung sana
- Katakan siapa yang menipu mata
- Barangkali kutak pandai menghitung hari
- Entah berapa perhentian sudah terlampaui
- Kini telentang mengenang hariharisilam
- Manakala kuntum kutabur di pangkuan bumi
- Dari larat yang paling penghabisan
- Sungguh Tuhan lah yang paling berbudi
- Aku kan lahir dalam duabelas langkahdiri
- Bangkitlah dari tapal batas daratan sunyi
- Nun usia di atas lilin pikiran yang putih
-
- Banjarbaru, 96

- Dentang Batu
- Dentang batu di tebingtebing
- Bawa daku ke mana jalan setapak
- Cahya di timur O burungburung
- Nun siapa membangun gubuk sunyi
- Tempat tetirah kaum gelisah
- Angin pegunungan mana yang berembus
- Beri daku bunga tanah kelahiran
- Dari rimba hijau dan pepohonan nipah
- Bila telah selesai dentang penghabisan
- Lihat wajahwajah siapa yang tak luka
- Perbukitan terdengar rawan
- Gubuk yang telah bertahun dihuni
- Sehabis senja maka menyala damar purba
- Mata tak pernah tahu ke mana malam
- Menyimpan selaksa duka
- Samarinda, 98
- Narasi Gairah Embun
- Menjilati garisgaris permukaan tangan
- Menggendong keranjang yang kita anyam
- Setetesdemisetetes embun kita kumpulkan
- Bertebaran dalam mazmurmazmur malam
- Kita bersidekap dalam gumpalan warna angin
- Membakar lipatandemilipatan tubuh fana
- Mata mencari sesuatu yang pernah kita punya
- Sebelum keburu surya bangkit dari mimpinya
- Kunyah segala dedaunan dan akarakaran
- Jadi serbuk hatinurani
- Kucurkan ke piala kita tanpa sisa
- Agar bebas dari perangkap dusta
- Mulutmu wangi sarigading
- Menyentuh gordengorden jendela
- Tapi jangan kau buka
- Sebentar lagi pagi beranjak tiba
- Banjarbaru,2000
- Kau Tulis Surat
- Kau tulis surat
- Tapi masih juga kau tanya
- Alamatku : Persinggahan
- Burungburung laut
- Memberi isyarat pantai mana
- Gemuruh ombak di bathinmu
- Lama kubaca tubuhmu di pasir
- Setiap ciuman ombak
- Kupasang layar ke laut lepas
- Kita samasama meniti buih
- Sampai terperangkap
- Di jaring matahari
- Diamdiam masih juga
- Kau tulis surat
- Di karangkarang laut
- Banjarbaru,2000
- Saat Senja Pun Jatuh
- Jangan kau rangkai bungabunga
- Yang kau petik dari taman mimpi
- Tapi rangkailah tubuhku
- Yang kau ambil dari tulang rusukmu
- Tak ada lagi
- Rahasia yang menyimpan kesangsian
- Maka tatkala gemawan turun lihatlah
- Kita tak pernah lagi memiliki malam
- Yang luput dari tangan
- Lahirlah kerinduan yang kau hamili
- Setiap kita menutup jendela
- Setiap kita mengatupkan mata
- Memandang jauh
- Kesetiaan mentari ke kutub sana
- Banjarbaru,2000
- Sebelum Usai Senja
- Buat Yati Lis Sandhi
- Sebelum kau singkap gaunmu
- Rambutmu sudah menyentuh dadaku
- Angin dingin. Dan kau berkata sesuatu
- Tapi aku seperti tak tahu
- Kulihat gemawan turun
- Jingga dan samar caya
- Kau tahu ? Hari bakal kelam
- Dan kita makin tenggelam
- Lalu kau betulkan dudukmu
- Sementara bau wangi itu masih
- Kau simpan dalam bajuku
- Paringin,77
- Di Kolam Garden City Waktu Pagi
- : buat Azizah
- Tidak beriak
- Tidak berambul
- Tidak bergelegak tidak
- Aku yang menyelam kataku
- Di apartemen cahaya pagi
- berlelehan ke setiap tingkat
- Kemana darahku
- Tidak mengalir lagi
- Mengalir ke dalam jiwa kasihku
- Aku air
- yang memancar dari sumber kesejukan
- Aku ikan
- yang berenang dalam pengembaraan rindu
- Akulah kolam
- kataku
- Dalam busabusa cinta
- Kembang serojakah ?
- Kau adalah aku
- kau berbisik
- Kita yang menghirup harumnya
- Cahaya pagi
- Malaka, 2004
- Violces Norsitah
- Aku sudah berupaya membujuk tidurku
- Semalammalaman membiarkan angin
- meluruhkan cahaya lampu
- kebalik malam yang tak berbulan
- Tahutahu kenapa kembang violces
- di jambanganku semerbak di pembaringanku
- Tidak sempat aku membuka pintu :
- “ Aku datang bersuluh bintang “
- Esoknya aku teringat violcesku
- Aku termangu
- Ia sudah tiada berkelopak lagi
- Kualalumpur,2004
- Azizah Di Mahkota Parade
- Selendang warna fajar menyingsing
- bergayut di jenjang lehermu
- Tahutahu kenapa gerangan aku tak kuasa
- membalas pantunnya
- duhai sesungguhnya aku sudah siap merangkainya
- Manakala angin membawa harum
- kembang goyang di sanggulnya
- Wahai aku teringat Azizah
- Ketika aku menulis sebuah nama
- dalam tidurku, kau berpesan :
- Ingatkan nanti kita kan berjumpa
- di Mahkota Parade berbalas pantun
- Seusai burung dara itu terbang jauh ke awanawan
- Hanya meninggalkan bisikan
- Aku tiada pernah jumpa lagi dengan Azizah
- Namun aku masih menulis
- sebuah nama dalam kenangan
- Bandaraya Melaka,2004

- Apa Yang Kau Renungkan
- Norsitah
- Hujan begitu tibatiba menderas
- Jalanjalan menjerit atap rumah sembilu
- Langit hitam
- Danau Kota pun seperti kehilangan semangat
- Kau seperti tiada hirau dan mematung di kaca jendela
- padahal kaca itu telah mengabur kena tempias
- Apa yang kau renungkan Norsitah
- Ketika hujan mulai usai
- Norsitah tiada lagi di situ
- Hanya ada goresan jari di kaca :
- Wahai hujan mengapa begitu tega
- kau hapus sebuah nama yang tertulis
- di lembar hatiku padahal aku menghapalnya
- bahkan hurufhurufnya tereja dalam igauan
- Danau Kota terbatabata belajar mengeja
- bayangku yang semakin mengabur jua
- Kualalumpur,2004
- Hasrat
- Kemana mata dalam asap dupa malam
- Ah tiadalah bintang mengantar suluh
- Sampai hati kiranya kemana jua
- Terbang burung pialing memburu nasib
- Bagaimana lagi bila jembatan licin
- Rasa sesak nafas di dalam dada
- Hasrat hati tiada jua tumbuh kembang serai
- di padang jumampai
- Tengah malam apalah rasanya
- Bila diingat semakin jua dikenang
- Tiada pun memberi alamat
- Kuyakini langkah
- Wahai kemana pembaringan membuang limbai
- Tak tahulah
- Bila berembus kemana pelimbaianku
- Bila memburu kemana lorong nasibku
- Bila mimpi ada jugakah barang secuil
- jangan menyentuh lelap tidurku
- Banjarbaru,2005
- Di Atas Causeway
- Antara Johor - Woodlands
- Kita tibatiba menjelma sepasang merpati
- dan mabuk di atas Causeway
- Sepertinya cuma milik kita berdua bersulang anggur
- Terbang bekejaran kelazuardilangit dan menukik
- ke selat di mana terhampar buihbuih cinta
- Lalu kita baringkan tubuh kita sambil berpelukmimpi
- Sedang piala di tangan tak hentihenti terisi
- Kemudian bibir kita saling berbisik
- Cuma kita yang mampu membuka rahasianya
- Setelah itu kau merapikan rambut yang tergerai
- di dadaku
- Mercuri sepanjang Causeway telah memekarkan seroja
- di taman kasmaran kita
- Kita bersitatap dan tersenyum
- Wajah kita bersemu merah jambu
- Antara Johor – Woodlands
- Woodlands,Singapura,2004
- Di Kota Mas Kita Bersitatap
- Bungabunga cinta
- Mengharumi angin pagi
- Sampai aku di Garden City
- Mabuk kepayang
- Kubuka jendela hati
- Siapakah gerangan dia
- Pagi itu hatiku begitu hampa
- Duhai ada sesuatu yang hilang dalam diriku
- Yang tak pernah ketemu
- Seusai di Kota Mas itu
- Cahya di timur terus juga mengurai senyum
- Dan kicau burung tetap setia merisalahkan pagi
- Dan aku terajal di arus sunyi
- Garden City, Melaka 2004